Gran Mersi

22 05 2008

Nenek tak pernah lupa mengucap terima kasih.

Pada tukang daging di ujung jalan yang menyiapkan daging segar setiap hari. Pada pak pos atas kiriman surat di senin pagi, pada madame Ziege untuk bunga segar di hari sabath. Bahkan kepadaku, hal hal kecil yang memang sudah sewajarnya aku lakukan untuk membantu nenek, iapun tak lupa mengucapkan terima kasih.

‘gran mersi, cantik’.

Aku ingat, papa pernah memarahiku sewaktu aku lupa mengucapkan terima kasih pada sopir taksi yang mengantarkan kami.

Aku pikir begitulah pekerjaan seorang sopir taksi. Mengantarkan penumpang dari satu tempat ke tempat lain. Bukankah ia dibayar karena itu? lalu untuk apa mengucapkan terima kasih?

Tapi papa bilang, ‘Thank you is to show ones gratitude, sweetie. Dan kamu wajib mengucapkannya kepada siapapun yang telah membantu kamu, tidak terkecuali. Seperti juga sopir taksi itu karena sudah mengantarkan kita dengan selamat, ia pantas mendapat ucapan terima kasih’.

Terima kasih menjadi kata pertama pembelajaranku. Setelahnya aku tahu bahwa ‘a word tell a thousand meanings’.

Termasuk kata maaf dan tolong.

gran mersi papa.

gran mersi nenek.





Koman ou sava?

22 05 2008

Apa kabar?

Buat beberapa orang hanyalah merupakan sebuah kebiasaaan atau banyak juga yang mengartikan sebagai bagian dari basa basi. Tapi aku tak pernah menganggapnya begitu.

Aku rasa bertanya apa kabar adalah salah satu bentuk perhatian. I do. Karena biasanya ‘apa kabar’ diucapkan oleh orang yang sudah lama mengenal kita bukan kenalan baru.

Bayangkan seperti ini, kau berjumpa dengan kawan lama. Hal pertama yang akan kau katakan adalah ‘apa kabar? long time no see?’ Apakah apa kabar yang kau tanyakan itu hanyalah basa basi belaka? Tentu tidak, sebab kau benar benar ingin tahu bagaimana keadaaan temanmu itu.

Seperti itulah aku melihatnya, pertanyaan apa kabar. Aku selalu menjawab dengan antusias. Aku senang dengan perhatian yang diberikan melalui pertanyaan tersebut, itu berarti seseorang masih mengingat dan menginginkan aku berada dalam keadaan yang baik.

Ya, buatku ‘apa kabar’ tidak pernah menjadi sekedar basa basi. Bagaimana dengan kamu?

Maka suatu saat jika kau bertemu denganku dan bertanya,

Koman ou sava?

Yakinlah aku akan menjawabnya dengan senang hati,

Byen mersi.