Nenek tak pernah lupa mengucap terima kasih.
Pada tukang daging di ujung jalan yang menyiapkan daging segar setiap hari. Pada pak pos atas kiriman surat di senin pagi, pada madame Ziege untuk bunga segar di hari sabath. Bahkan kepadaku, hal hal kecil yang memang sudah sewajarnya aku lakukan untuk membantu nenek, iapun tak lupa mengucapkan terima kasih.
‘gran mersi, cantik’.
Aku ingat, papa pernah memarahiku sewaktu aku lupa mengucapkan terima kasih pada sopir taksi yang mengantarkan kami.
Aku pikir begitulah pekerjaan seorang sopir taksi. Mengantarkan penumpang dari satu tempat ke tempat lain. Bukankah ia dibayar karena itu? lalu untuk apa mengucapkan terima kasih?
Tapi papa bilang, ‘Thank you is to show ones gratitude, sweetie. Dan kamu wajib mengucapkannya kepada siapapun yang telah membantu kamu, tidak terkecuali. Seperti juga sopir taksi itu karena sudah mengantarkan kita dengan selamat, ia pantas mendapat ucapan terima kasih’.
Terima kasih menjadi kata pertama pembelajaranku. Setelahnya aku tahu bahwa ‘a word tell a thousand meanings’.
Termasuk kata maaf dan tolong.
gran mersi papa.
gran mersi nenek.
waw terima kasih telah mengingatkan aku akan hal penting itu,,, hihihii. lam kenal..
pertamax…
merci beaucoup, mademoiselle. tapi saya lagi pusing dan sedih, mademoiselle.
iya nih saya juga sering lupa ngucapinnya… gran mersi mahiya
btw tinggal di mana sih?
ketiganya ucapan yg kelihatannya sepele, tapi kalau diucapkan dengan sungguh2, akan menyenangkan orang yg mendengarnya
suka sereal ya?
gran chevrolet? gran mercedes? gran SUV? :p heheheheheh
memang, manusia biasanya terlalu sibuk dengan dirinya sendiri.. sampai lupa bahwa orang lain juga butuh terima kasih
hal kecil namun artinya sangat besar…
tapi seringkali terlupakan…..